Indonesia dan Jepang Perkuat Kolaborasi Teknologi untuk Aksi Iklim

By Admin


Dok. KLH/BPLH
nusakini.com, Jakarta – Indonesia dan Jepang memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi dan pembangunan rendah karbon guna mempercepat aksi penanganan perubahan iklim di kawasan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam forum 2nd Indonesia-Japan Environment Week yang menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan iklim global.

Senior Officer for International Decarbonized Cities, Global Environment Bureau MOEJ, Kudo Shunsuke, mengatakan perubahan iklim tidak dapat ditangani hanya melalui pengurangan emisi, tetapi juga membutuhkan penguatan langkah adaptasi.

“Kita harus bekerja bersama dalam aksi mitigasi, namun perubahan iklim tidak hanya soal mitigasi karena adaptasi juga merupakan solusi penting,” ujar Kudo.

Ia menilai pengembangan teknologi dan keterlibatan lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan aksi iklim global. Menurutnya, tantangan perubahan iklim sekaligus membuka peluang inovasi di bidang lingkungan dan energi bersih.

Sementara itu, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim KLH/BPLH, Franky Zamzani, menekankan bahwa kerja sama internasional memiliki peran strategis dalam mempercepat implementasi pembangunan berketahanan iklim di Indonesia.

Franky menyebut kolaborasi dengan Jepang dilakukan melalui berbagai mekanisme, termasuk Joint Crediting Mechanism (JCM), transfer teknologi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Menurut dia, sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung target pembangunan rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Dalam forum itu, Indonesia juga menegaskan komitmennya terhadap implementasi Perjanjian Paris melalui target Nationally Determined Contribution (NDC) dan penguatan strategi adaptasi nasional.

Melalui kemitraan regional dan global, pemerintah berharap dapat mendorong lahirnya langkah konkret dalam pembangunan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan iklim di berbagai sektor.